KIMIA KARBONIL
1.
PENAMBAHAN
ORGANOLOGAM
Kimia organologam adalah ilmu kimia yang
mempelajari tentang logam yang berikatan langsung dengan satu atau lebih atom
carbon. Beberapa senyawa organologam ada yang tidak berikatan lansung
dengan atom karbon seperti pada kompleks phospine, logam hidrida,
organosilikon, organoboron dan lainnya. Ada beberapa logam yang berikatan
langsung dengan unsur karbonnya namun bukan termasuk senyawa organologam, yaitu
logam karbida dan logam sianida. Fungsi utama senyawa organologam adalah
sebagai katalis pada reaksi kimia.
Karena
reagen organologam bereaksi sebagai karbanionnya, mereka adalah
nukleofil yang sangat baik. Reaksi dasar melibatkan serangan nukleofilik karbon
karbanionik dalam reagen organologam dengan karbon elektrofilik dalam karbonil
untuk membentuk alkohol.
Mekanisme:
Methyllithium ditunjukkan di bawah ini bereaksi dengan aldehid. Pertama, MeLi bereaksi dengan etanal untuk membentuk alkoksida. Atom logam akan berkoordinasi dengan atom oksigen bermuatan negatif. Air kemudian ditambahkan untuk protonasi oksigen.
Contoh :
2.
Alkilasi
Salah
satu reaksi yang paling penting dari enolat adalah alkilasi oleh adanya
perlakuan dengan alkil halida. Reaksi ini sangat berguna untuk tujuan sintesis
karena memungkinkan pembentukan ikatan karbon-karbon baru, yaitu menggabungkan
dua senyawa yang lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar. Alkilasi terjadi
bila anion enolat yang nukleofilik bereaksi dengan alkil halida yang
elektrofilik dan memaksa keluar ‘leaving group’ melalui mekanisme SN2. Reaksi
dapat terjadi pada atom oksigen enolat atau karbon alfa, tetapi secara normal
terjadi pada atom karbon.
3.
Reaksi Michael
(Adisi Michael)
Reaksi
ini terjadi pada suatu senyaw Alfa, Beta-karbonil tak jenuh yang memiliki suatu
ikatan rangkap 2 yang elektrofilik secara tidak biasa.
Syarat Reaksi Adisi Michael:
1.
Ada senyawa karbonil tak jenuh-ab.
2.
Melibatkan donor dan akseptor elektron
± Donor
berupa nukleofil (cth: ion enolat, manolat)
± Akseptor
berupa substrat
Mekanisme
Reaksi
± Hidrogen
alfa bersifat lebih asam sehingga mudah dilepaskan dan membentuk karbanion yang
terstabilkan oleh ion enolat.
± Hidrogen
alfa ini dapat dilepaskan dengan penyerangan basa kuat seperti NaOH, Na+
-OCH3 dll sebagainya
4.
Reaksi
kondensasi karbonil
Kondensasi aldol adalah sebuah reaksi organik antara ion enolat dengan senyawa karbonil , membentuk β-hidroksialdehida atau
β-hidroksiketon dan diikuti dengan dehidrasi, menghasilkan sebuah enon terkonjugasi.
Mekanisme :
5.
Sintesis tak
simetris melalui enolat
Ketika gugus hidroksil (−OH) pada sebuah enol
melepaskan ion hidrogen (H+), akan terbentuk enolat yang bermuatan negatif.
6. Reaksi pembentukan cincin
Pada
reaksi pembentukan cincin karbonil dapat direaksikan dengan gugus siklik
ataupun benzena, berikut ini adalah contohnya:
–
Reaksi benzena dengan
mensubstitusi atom H oleh gugus asil
–
Gugus asil adalah
gugus yang diturunkan dari asam benzoat (—COOH) dengan menghilangkan gugus
hidroksil-nya (—OH) dan diberi nama akhiran -oil
–
Menggunakan katalis
AlCl3
–
Hasil akhir (produk)
berupa benzena dengan gugus keton yang berikatan dengan gugus metil.
DAFTAR PUSTAKA
Http.wikipedia.org. diakses pada 16 April 2018.
Sereda, Grigoriy A.; Rajpara, Vikul B. 2007. "A Green Alternative to Aluminum Chloride
Alkylation of Xylene". J. Chem. Educ. (84): 692




































